Menu

Seminar Nasional MIGAS



Seminar Nasional MIGAS

Latar Belakang :

cropped-pendukung.png

Sumber Hidrokarbon utama di alam adalalah minyak bumi . Penggunaan minyak bumi sangat luas, terutama bahan bakar dan juga bahan baku di industri petrokimia. Sudah saat nya Indonesia beralih dari energi yang dihasilkan oleh minyak bumi. Melihat semakin berkurangnya sumber minyak di dalam bumi ini dikarenakan sumber ini tidak bisa diperbaharui. Dewasa ini sudah berkembang energi yang dapat diperbarui, sebut saja energi gas dalam bumi.
Dalan konteks ini, Pulau Jawa menjadi satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi pengguna gas yang cukup tinggi. Namun sayang, pemipaan gas kota sendiri belum merata.

Meski diakuinya sumber gas di Indonesia cukup melimpah, namun sampai saat ini belum banyak investor yang melirik untuk melakukan eksplorasi di wilayah Indonesia.
Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional. Kemajuan pengembangan EBT dalam dua tahun Pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dari data laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, dalam dua tahun ada tambahan Pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan 2.953,4 Mega Watt (MW).
Pembangkit tersebut terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas 2.932 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan total kapasitas sebesar 21,4 MW.

Kementerian ESDM mencatat tahun ini Indonesia mendapat tambahan pasokan listrik dari panas bumi sebanyak 215 MW. Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, pasokan listrik tersebut berasal dari empat ‎PLTP.

Keempat PLTS tersebut adalah Ulubelu Lampung Unit 3 55 MW, Lahendong Unit 5 Sulawesi Utara 20 MW, Sarulla Unit 1 Sumatera Utara 110 MW dan Karaha Unit 1 Jawa Barat 30 MW. Sehingga total kapasitas terpasang akan menjadi 1.653,5 MW.
Direktur Panas Bumi Direktorat JenderalEnergi Baru Terbarukan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengungkapkan, saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang beroperasi telah mengalirkan listrik sebesar 1.493,5 Mega Watt (MW), atau 90 persen dari target 1.657,5 MW. Dengan banyaknya potensi gas di Indonesia membuat kami ingin membahas topik ini dalam seminar Nasional. Acara yang ditujukan untuk para praktisi dan mahasiswa dalam mengolah teknologi dan Inovasi yang tepat guna

 

 

phamplet-semnas

Tema :

Teknologi & Inovasi Gas Bumi serta Energi Terbarukan untuk Kemandiriam Bangsa 

Pembicara Seminar :

  • Ir. Heri Setiono, IPM
    ( Sekjend BKKPII, PT. Badak Arun solusi, Project/Proses engineer)
  • Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati, M. Si, IPM
    ( lecturer chemical engineering university of muhammadiyah jakarta and practitioners industry )

 

Contact Person :
Naufal: +6281299052530
Nanda:  +6285777468302

Untuk Download bahan Materi Seminar Download HERE

berikut dokumentasi kegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *